PENGEMBANGAN BUKU AJAR SEKOLAH MINGGU BUDDHA BERBASIS CERITA JATAKA UNTUK MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN
DOI:
https://doi.org/10.54783/6t00zt07Keywords:
Buku Ajar, Sekolah Minggu Buddha, Cerita Jataka, Pembelajaran Menyenangkan, Penelitian dan Pengembangan.Abstract
Sekolah Minggu Buddha (SMB) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai ajaran Buddha sejak usia dini. Namun, hingga saat ini masih ditemukan keterbatasan bahan ajar yang terstruktur dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Kondisi tersebut menyebabkan pembelajaran di SMB belum berjalan secara optimal, terutama bagi pembina yang belum memiliki pengalaman mengajar yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar Sekolah Minggu Buddha berbasis cerita Jataka yang dilengkapi dengan aktivitas pembelajaran menyenangkan. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, dan implementasi. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, wawancara, observasi, serta validasi ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar yang dikembangkan dinilai layak oleh ahli materi, bahasa, dan media. Uji validitas isi menggunakan indeks Aiken menghasilkan nilai rata-rata sebesar 0,58 yang berada pada kategori memadai. Dengan demikian, buku ajar berbasis cerita Jataka ini dapat digunakan sebagai sumber belajar alternatif yang berpotensi meningkatkan kualitas dan daya tarik pembelajaran agama Buddha bagi anak-anak di Sekolah Minggu Buddha.
References
Cadge, W. (2005). Heartwood: The first generation of Theravada Buddhism in America. Chicago: University of Chicago Press.
McMahan, D. L. (2008). The making of Buddhist modernism. Oxford: Oxford University
Borchert, T. (2008). Educating monks: Minority Buddhism on China’s southwest border. Journal of Global Buddhism, 9, 1–22. https://doi.org/10.5281/zenodo.1306124
Miller, J. P. (2010). Whole child education. Toronto: University of Toronto Press.
Erricker, C. (2010). Religious education: A conceptual and interdisciplinary approach for secondary level. London: Routledge.
Thanissaro, P. N. (2014). Buddhist children’s spirituality and religiosity: A case study of Thai and British contexts. Journal of Beliefs & Values, 35(3), 311–323.
Narvaez, D. (2002). Does reading moral stories build character? Educational Psychology Review, 14(2), 155–171.
Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning. New York: Cambridge University Press.
Tomlinson, B. (2011). Materials development in language teaching (2nd ed.). Cambridge: Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511733062
Haven, K. (2007). Story proof: The science behind the startling power of story. Westport: Libraries Unlimited.
Prince, M. (2004). Does active learning work? A review of the research. Journal of Engineering Education, 93(3), 223–231. https://doi.org/10.1002/j.2168-9830.2004.tb00809.x
Aiken, L. R. (1985). Three coefficients for analyzing the reliability and validity of ratings. Educational and Psychological Measurement, 45(1), 131–142. https://doi.org/10.1177/0013164485451012
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Studies on Humanities, Social Sciences and Education

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.







1.png)